BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Mengantisipasi kenaikan harga beras menyambut bulan suci Ramadan 1431 Hijriah, kantor Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menyiapkan stok beras 2.100 ton. Jumlah tersebut diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan selama empat bulan ke depan.
Kepala Seksi Pelayanan Publik Sub Divre Barabai, Riduansyah mengatakan dengan stok tersebut, persediaan beras diprediksi aman sampai akhir tahun terutama menghadapi Ramadan, Lebaran, Natal dan tahun baru.
"Penghitungan itu untuk empat bulan ke depan dimulai dari Agustus hingga pertengahan Desember 2010 nanti," katanya.
Stok beras sebanyak itu, lanjut Riduansyah, berasal dari HST, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS) dan sisanya dari Banjarmasin. Beras itu didistribusikan secara rutin untuk beras miskin (raskin) se Banua Enam (HST, HSU, HSS,Tapin, Tabalong, Balangan).
Menurutnyam rata-rata penyaluran beras raskin ke setiap kabupaten sebanyak 1.000 ton per bulan. "Oleh karena itu, soal beras tak ada masalah," ungkap dia lagi.
Selain itu pihak juga tetap melakukan monitoring harga sembako di pasar. Namun Sejauh ini, belum ada gejala kenaikan beras di pasaran.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil pada harga rata-rata di pasaran. Menurutnya Bulog kembali dibebani tanggung jawab menstabilkan harga beras selama Ramadan dan Lebaran.
"Saya berani menyebutkan, harga beras hingga Lebaran masih relatif stabil karena beras di penggilingan masih cukup. Suplai beras dari produsen masih cukup banyak yang masuk ke pasar, jadi belum terganggu," jelasnya.
(Khairil Rahim)




